CATERPILLAR BREAD AND MEAT FLOSS BUNS

CATERPILLAR BREAD AND MEAT FLOSS BUNS

with Japanese Sweet Bread Dough
by Ricke Indriani

Water-Roux-Paste/Tang Zhong:
25 gram terigu protein tinggi (bread flour)
125 ml air

(Water-Roux Paste/Tang Zhong)

Cara membuat Tang Zhong:
Campur terigu dan air hingga rata. Panaskan di atas api kecil sambil diaduk-aduk menggunakan whisk hingga mengental membentuk paste. Tidak perlu sampai mendidih meletup-letup. Warna paste-nya putih susu. Jika sudah berwarna keabu-abuan berarti sudah terlewat dan tidak bisa dipakai. Jika punya candy termometer, bisa diukur suhu pastenya sudah mencapai sekitar 65’C.
Angkat. Adu-aduk hingga agak hangat. Tutup dengan plastik wrap biarkan dingin sampai waktunya dipakai.

Dough/Adonan Utama Roti:
375 terigu protein tinggi (bread flour)
100 gram terigu protein sedang (all purpose flour/plain flour)
35 gram susu bubuk
1 sdt bubuk vanilla susu (saya pakai L’Arome)
75 gram gula kastor
1 sdt garam (peres)
1 sachet ragi instant (11 gram)
1/2 sdt bread improver (optional, resep asli tidak pakai)
2 kuning telur, kocok lepas
150 ml air es (resep asli air hangat) ~ penggunaan air disesuaikan dengan kebutuhan, bisa lebih atau kurang, tergantung kondisi adonan masing-masing
50 gram butter, potong-potong, suhu ruang

Egg wash/Bahan Polesan:
1 kuning telur, kocok lepas
2 sdm susu cair
Butter, untuk memoles setelah matang agar permukaan menjadi shiny/mengkilap (jika suka)

Topping:
Caterpillar Bread: Sosis, saus tomat, keju mozarella, oregano bubuk, daun bawang iris halus, mayonaise

Meat Floss Buns: Mayonaise, susu kental manis, abon sapi (meat floss)

Cara membuat:
1. Ayak terigu dan susu bubuk ke dalam baskom besar atau bowl mixer. Tambahkan gula kastor dan bubuk vanilla susu. Aduk rata. Masukkan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan water-roux paste/tang zhong dan kuning telur. Aduk hingga merata.
3. Secara bertahap sedikit demi sedikit masukkan air es sambil diuleni hingga adonan kalis. Perhatikan kondisi adonan masing-masing, jika adonan sudah cukup kalis dan air masih bersisa tidak perlu ditambahkan lagi. Begitu pula sebaliknya, jika air sudah habis tapi adonan masih terlalu kering, airnya bisa ditambah.
4. Masukkan garam dan butter. Lanjutkan menguleni hingga seluruh butter tercampur merata pada adonan dan licin.
5. Pindahkan adonan ke atas meja kerja yang telah ditaburi sedikit terigu. Lanjutkan menguleni sampai adonan kalis dan elastis. Bulatkan adonan. Taruh dalam wadah yang telah diolesi minyak goreng. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan untuk proses proofing selama 1 jam atau sesuai kondisi ruangan masing-masing, hingga mengembang 2x lipat.
6. Kempeskan adonan. Uleni lagi sebentar. Bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai berat yang diinginkan. Saya membuatnya dengan berat masing-masing 60 gram. Dapat sekitar 17-18 roti. Diamkan 10 menit.
7. Bentuk adonan.

Tata dalam loyang yang sudah dipoles margarin.
Tutup dengan plastik wrap.
Diamkan kembali untuk proofing kedua selama 30 menit.
Poles dengan egg wash.
Panggang dalam oven dengan suhu 180-200’C hingga matang dan permukaannya kecoklatan.
Sekitar 15-20 menit. Keluarkan dari oven. Panas-panas poles dengan butter permukaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s